SAWPI

Proteksi Tanaman

Hama & Penyakit Sawit

Panduan identifikasi, gejala, dan pengendalian dari para ahli.

Penyakit Berat

Busuk Pangkal Batang

Ganoderma boninense

Penyakit paling merugikan di perkebunan sawit Indonesia dan Malaysia. Jamur tular tanah ini menyebar lewat kontak akar dengan sisa batang atau akar terinfeksi, serta lewat spora. Serangan meningkat pada generasi tanam kedua dan seterusnya, terutama bila sisa tanaman lama tidak dibersihkan.

Batang / Pangkal 6 gejala
Hama Berat

Rayap

Coptotermes curvignathus

Hama penting di lahan gambut. Rayap menyerang jaringan batang hidup hingga ke titik tumbuh dan dapat mematikan tanaman.

Batang / Pangkal 4 gejala
Penyakit Sedang

Bercak Daun Curvularia

Curvularia sp.

Penyakit penting di pembibitan, terutama pada bibit yang terlalu rapat, kelembapan tinggi, atau penyiraman sore hari.

Daun 2 gejala
Penyakit Sedang

Busuk Pucuk (Spear Rot)

Erwinia sp. dan Fusarium sp.

Pembusukan daun tombak yang dikaitkan dengan infeksi bakteri dan jamur, sering didahului luka akibat kumbang tanduk atau kondisi lembap. Banyak ditemukan pada tanaman muda.

Daun 2 gejala
Penyakit Sedang

Busuk Tandan

Marasmius palmivorus

Jamur yang menyerang tandan buah pada kondisi lembap, terutama pada tanaman muda dengan tandan lebat dan rotasi panen yang terlambat.

Tandan Buah 2 gejala
Defisiensi Hara Sedang

Kekurangan Boron (B)

Defisiensi hara

Boron penting untuk pembentukan daun baru, bunga, dan buah. Kekurangan B membuat daun muda cacat dan pembuahan terganggu.

Daun 2 gejala
Defisiensi Hara Sedang

Kekurangan Kalium (K)

Defisiensi hara

Kalium berperan dalam pembentukan minyak dan jumlah tandan. Kekurangan K sering terjadi di lahan gambut dan tanah berpasir.

Daun 1 gejala
Hama Sedang

Kumbang Tanduk

Oryctes rhinoceros

Kumbang dewasa menggerek pucuk tanaman, sangat merugikan pada TBM dan areal peremajaan. Larvanya berkembang di tumpukan batang lapuk dan bahan organik.

Daun 2 gejala
Hama Sedang

Penggerek Tandan

Tirathaba rufivena

Larva ngengat yang menggerek bunga dan buah muda, banyak menyerang tanaman muda yang baru berbuah.

Tandan Buah 3 gejala
Hama Sedang

Tikus

Rattus tiomanicus

Tikus memakan bunga, buah, dan brondolan. Pada TBM tikus juga merusak titik tumbuh. Kehilangan hasil dapat signifikan bila populasi tinggi.

Tandan Buah 2 gejala
Hama Sedang

Ulat Api

Setothosea asigna, Setora nitens

Hama pemakan daun paling umum di perkebunan sawit. Serangan berat dapat menghabiskan daun dan menurunkan produksi hingga 2–3 tahun setelahnya. Duri ulat menyebabkan rasa panas pada kulit.

Daun 2 gejala
Hama Sedang

Ulat Kantong

Metisa plana, Mahasena corbetti

Ulat yang hidup dalam kantong dari potongan daun. Daun yang termakan mengering keabu-abuan sehingga tajuk tampak seperti terbakar.

Daun 2 gejala
Penyakit Ringan

Antraknosa

Colletotrichum sp., Botryodiplodia sp.

Penyakit daun pada bibit, sering muncul setelah pindah tanam ke main nursery atau ketika bibit kekurangan air dan naungan.

Daun 2 gejala
Penyakit Ringan

Bercak Ganggang (Karat Daun)

Cephaleuros virescens

Bercak akibat ganggang parasit yang tumbuh pada kondisi lembap dan ternaungi. Umumnya ringan, tetapi serangan berat menurunkan luas daun yang berfotosintesis.

Daun 2 gejala
Defisiensi Hara Ringan

Kekurangan Magnesium (Mg)

Defisiensi hara

Kekurangan Mg menimbulkan gejala daun oranye (orange frond) pada pelepah tua, umum di tanah masam dan berpasir.

Daun 2 gejala
Defisiensi Hara Ringan

Kekurangan Nitrogen (N)

Defisiensi hara

Kekurangan N membuat seluruh tajuk pucat dan pertumbuhan lambat. Sering terjadi bila piringan penuh gulma atau tanaman tergenang.

Keseluruhan Pohon 2 gejala
Penyakit Ringan

Penyakit Tajuk (Crown Disease)

Kelainan genetik-fisiologis

Kelainan pada tanaman muda umur 1–3 tahun yang terkait faktor genetik bahan tanam. Umumnya tanaman pulih sendiri setelah beberapa waktu dan tidak menular.

Daun 1 gejala