Proteksi Tanaman
Hama & Penyakit Sawit
Panduan identifikasi, gejala, dan pengendalian dari para ahli.
Busuk Pangkal Batang
Ganoderma boninense
Penyakit paling merugikan di perkebunan sawit Indonesia dan Malaysia. Jamur tular tanah ini menyebar lewat kontak akar dengan sisa batang atau akar terinfeksi, serta lewat spora. Serangan meningkat pada generasi tanam kedua dan seterusnya, terutama bila sisa tanaman lama tidak dibersihkan.
Rayap
Coptotermes curvignathus
Hama penting di lahan gambut. Rayap menyerang jaringan batang hidup hingga ke titik tumbuh dan dapat mematikan tanaman.
Bercak Daun Curvularia
Curvularia sp.
Penyakit penting di pembibitan, terutama pada bibit yang terlalu rapat, kelembapan tinggi, atau penyiraman sore hari.
Busuk Pucuk (Spear Rot)
Erwinia sp. dan Fusarium sp.
Pembusukan daun tombak yang dikaitkan dengan infeksi bakteri dan jamur, sering didahului luka akibat kumbang tanduk atau kondisi lembap. Banyak ditemukan pada tanaman muda.
Busuk Tandan
Marasmius palmivorus
Jamur yang menyerang tandan buah pada kondisi lembap, terutama pada tanaman muda dengan tandan lebat dan rotasi panen yang terlambat.
Kekurangan Boron (B)
Defisiensi hara
Boron penting untuk pembentukan daun baru, bunga, dan buah. Kekurangan B membuat daun muda cacat dan pembuahan terganggu.
Kekurangan Kalium (K)
Defisiensi hara
Kalium berperan dalam pembentukan minyak dan jumlah tandan. Kekurangan K sering terjadi di lahan gambut dan tanah berpasir.
Kumbang Tanduk
Oryctes rhinoceros
Kumbang dewasa menggerek pucuk tanaman, sangat merugikan pada TBM dan areal peremajaan. Larvanya berkembang di tumpukan batang lapuk dan bahan organik.
Penggerek Tandan
Tirathaba rufivena
Larva ngengat yang menggerek bunga dan buah muda, banyak menyerang tanaman muda yang baru berbuah.
Tikus
Rattus tiomanicus
Tikus memakan bunga, buah, dan brondolan. Pada TBM tikus juga merusak titik tumbuh. Kehilangan hasil dapat signifikan bila populasi tinggi.
Ulat Api
Setothosea asigna, Setora nitens
Hama pemakan daun paling umum di perkebunan sawit. Serangan berat dapat menghabiskan daun dan menurunkan produksi hingga 2–3 tahun setelahnya. Duri ulat menyebabkan rasa panas pada kulit.
Ulat Kantong
Metisa plana, Mahasena corbetti
Ulat yang hidup dalam kantong dari potongan daun. Daun yang termakan mengering keabu-abuan sehingga tajuk tampak seperti terbakar.
Antraknosa
Colletotrichum sp., Botryodiplodia sp.
Penyakit daun pada bibit, sering muncul setelah pindah tanam ke main nursery atau ketika bibit kekurangan air dan naungan.
Bercak Ganggang (Karat Daun)
Cephaleuros virescens
Bercak akibat ganggang parasit yang tumbuh pada kondisi lembap dan ternaungi. Umumnya ringan, tetapi serangan berat menurunkan luas daun yang berfotosintesis.
Kekurangan Magnesium (Mg)
Defisiensi hara
Kekurangan Mg menimbulkan gejala daun oranye (orange frond) pada pelepah tua, umum di tanah masam dan berpasir.
Kekurangan Nitrogen (N)
Defisiensi hara
Kekurangan N membuat seluruh tajuk pucat dan pertumbuhan lambat. Sering terjadi bila piringan penuh gulma atau tanaman tergenang.
Penyakit Tajuk (Crown Disease)
Kelainan genetik-fisiologis
Kelainan pada tanaman muda umur 1–3 tahun yang terkait faktor genetik bahan tanam. Umumnya tanaman pulih sendiri setelah beberapa waktu dan tidak menular.